POLITIKACEH.CO | PADA 1988 lahir kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Sumut menyangkut tapal batas kedua provinsi bertetangga itu. Dasar kesepakatan mengacu pada peta topografi TNI-AD tahun 1978 skala 1:50.000.

Pedoman lainnya mengenai batas wilayah Aceh Singkil juga berdasarkan Keputusan Gubernur Hindia Belanda 10 Oktober 1908 Nomor 3 serta Staatblad (Stbl) Nomor 604 tahun 1908. Juga ada Keputusan Gubernur Hindia Belanda 27 Januari 1930 Nomor 32/P.Z yang menyebutkan bahwa di sebelah barat daya Singkil lima pulau besar di Ujung Simanuk-manuk. “Artinya batas Aceh Singkil itu sejajar dengan Pulau Panjang yaitu Ujung Simanuk-manuk,” jelas Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi.

Belakangan, kata Azmi, batas Aceh dengan Sumatera Utara di perbatasan Aceh Singkil dengan Tapanuli Tengah tidak lagi di Ujung Simanuk-manuk sesuai Keputusan Gebernur Hindia Belanda tetapi bergeser ke arah Aceh Singkil. Pergeseran itu, katanya bisa saja mengacu pada kesepakatan 1988.

“Nah perusahaan menanami sawit melewati batas yang sudah digeser dari keputusan Gubernur Belanda masuk ke wilayah Aceh Singkil seluas kira-kira 500 hektare,” kata Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Singkil, Azwir.||[SerambiIndonesia/de]