Kemenkum Akui LP Banda Aceh Bobrok, Ditertibkan Malah Rusuh

0
250
Kemenkum Akui LP Banda Aceh Bobrok, Ditertibkan Malah Rusuh
Kemenkum Akui LP Banda Aceh Bobrok, Ditertibkan Malah Rusuh||[dok.kemenkumham]

POLITIKACEH.CO | Banda Aceh – Kerusuhan berujung pembakaran LP Banda Aceh mengungkap bobroknya penjara yang dihuni 548 narapidana itu. Penjara yang seharusnya sebagai tempat pembinaan malah dijadikan segelintir napi untuk tempat pesta narkoba. Peristiwa kerusuhan itupun akan dijadikan kesempatan untuk berbenah. 

“Ini (kejadian pembakaran akan jadi) kesempatan untuk menertibkan ini (penjara),” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Aceh, Yuspahruddin kepada wartawan, Senin (8/1/2017). 

Permasalahan yang terjadi di penjara yang terletak di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Aceh bukan kali ini saja terjadi. Selain sudah beberapa kali terjadi keributan, penjara ini juga dikenal dengan pengawasan “longgar”. Beberapa napi bebas keluar masuk LP. 

Adanya napi bebas keluar masuk secara ilegal, kata Yuspahruddin, bukan lagi jadi sebuah hal aneh. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Yuspahruddin menduga, para napi ini dapat berada di LP karena adanya keterlibatan oknum Lapas. 

“Yang menyuruh keluar itu petugas nggak mungkin dia angkat tangan sendiri saya mau keluar. Pasti ada keterlibatan petugas,” ungkap Yuspahruddin

Untuk menghentikan napi bebas berkeliaran, kepala Lapas pun diganti. Setelah ditujukkan sebagai Kalapas baru, Endang Lintang Hardiman mulai bergerak. Menurut Yuspahruddin, proses “bersih-bersih” ditandai dengan ditangkapnya sejumlah napi yang sebelumnya berada di luar LP. 

“Kami punya niat memberhentikan ini warga binaan keluar secara ilegal. Nah ketika peristiwa dua bulan lalu itu ada beberapa orang ditangkap di luar itu sebagai Kalapas baru tentu mengetahui. Ternyata di Lapas Banda Aceh ada warga binaan yang keluar secara ilegal,” jelas Yuspahruddin. 

Selain itu, penertiban juga dilakukan dengan melakukan langkah-langkah persuasif. Namun langkah itu tidak berjalan mulus. Beberapa napi juga masih sering keluar masuk. Puncaknya, Kanwil Kemenhumkam Aceh memutuskan untuk memindahkan tiga napi narkoba yang sudah divonis di atas 10 tahun penjara. 

“Tanggal 3 Januari 2018 Kalapas lapor bahwa masih ada yang keluar. Nah karena sudah ada yg persuasif dan diajak dengan baik. Makanya Kalapas mau bikin syok terapi kita angkat dan pindahkan. Proses pemindahan sudah dikonsultasi dengan Kapolresta dan Komandan Satuan Brimob dan mereka setuju membackup 100 persen,” kata Yuspahruddin.

Menurut Yuspahruddin, kerusuhan itu terjadi dalam rangka penertiban. Akibat kerusuhan hingga berujung pembakaran tersebut, kerugian ditaksir Rp 2 miliar. Perbaikan penjara yang sudah mulai dihuni sejak 2012 itupun akan dilakukan. 

Usai kerusuhan, polisi menggeledah seluruh isi LP. Di sana ditemukan ganja, sabu hingga tanaman ganja yang ditanam dalam sebuah pot. Polisi sudah mengamankan sejumlah orang terkait keberadaan narkoba ini. 

“Tanggal 4 Januari terjadi kerusuhan. Itu untuk rangka pembinaan dan menertibkan semua keadaan di Lapas,” jelas Yuspahruddin.||[detik.com]

iklan bottom