Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Cantrang

0
33
Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Cantrang
Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Cantrang||Demo tolak larangan cantrang di Tegal (dok.detikcom)

POLITIKACEH.CO | Banda Aceh – Nelayan di Aceh Utara, Aceh sebagian besar masih menggunakan cantrang dalam melaut. Padahal, Menteri Susi sudah melarang pemakaian alat tangkap yang dianggap tidak ramah lingkungan itu.

“Banyak yang masih memakai alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Apa boleh buat, para nelayan tidak ada alat lain untuk melaut walau selalu kita berikan imbauan agar tidak memakainya lagi,” kata Panglima Laot atau Ketua Adat Laut Seunudon, Amir, Senin (8/1/2018).

Dia mengaku, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara sudah melakukan upaya mencari solusi agar alat tangkap itu tidak dipakai lagi. Mereka meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta agar mengganti alat tangkap nelayan tersebut.

“Kita sudah pernah membuat proposal ke KKP di Jakarta untuk membantu nelayan agar memberikan alat tangkap ramah lingkungan. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum terealisasi. Seharusnya mereka berkomitmen jika melarang tapi harus memberi solusi lain dengan menggantinya,” sebut Amir.

Amir menyebutkan ada ratusan nelayan di Aceh Utara yang masih memakai alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti cantrang dan pukat harimau. Dia hanya bisa mengimbau dan berusaha cari solusi namun belum berbuah hasil.

Untuk diketahui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti buka suara soal Permen Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets. Susi menyatakan cantrang menyebabkan konflik antar nelayan dan mengancam populasi ikan.

Walaupun sempat terjadi pro kontra, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan mulai 1 Januari 2018 kemarin, penggunaan alat tangkap cantrang dilarang.||
[asp/asp|detik.com]

iklaniklan bottom