POLITIKACEH.CO | Jakarta – “Melihat fenomena yang terjadi di Aceh saat ini, dengan kejadian ditangkapnya mahasiswi sebagai pekerja seks komersial adalah suatu musibah besar bagi rakyat Aceh yang di kenal dengan negri serambi mekkah itu,” ungkap Anita, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta dalam rilisnya yang diterima media, Senin (26/03/2018).

“Apalagi di tambah alasan mereka melakukan itu semua adalah karena untuk bergaya. Hal ini sangat memalukan generasi Aceh. Apakah di Aceh tidak ada pekerjaan lain selain memilih pekerjaan yang mengandung asusila itu?,” Ungkap Anita juga yang merupakan putri asli daerah Lhokseumawe.

“Kompleknya fenomena sosial yang terjadi di negeri ini menunjukkan telah terjadinya dekadensi moral generasi Aceh. Hal ini harus segera di tuntaskan oleh pemerintah dan keluarga agar hal yang seperti ini tidak terulang lagi di daerah-daerah lain di Aceh,” imbuhnya.

Melihat kejadian ini, “saya menyarankan kepada semua generasi perempuan Aceh agar jangan terjebak dengan gaya hidup yang modern sehingga mereka melakukan perbuatan yang merugikan masa depan. Banyak hal hal positif lain yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa. Ini adalah zaman milenial yang sangat memungkinkan kepada semua orang untuk berekspresi tentunya dengan hal hal yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungan”.

“Mindset dan pemikiran maju yang harus dikembangakan adalah mindset berwirausaha. Menjadi “Womenpreneuer” adalah salah satu contoh yang bisa dilakukan oleh anak anak perempuan mahasiswi di Aceh dengan hanya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Anita.

Anita yang sedang mengeluti pendidikan Program Manager di Berdaya Indonesia E School ini juga mengatakan, “apalagi sekarang pemerintah sedang menggalakkan program Enterpreneuership. Ditambah lagi dengan setiap kampus di seluruh Indonesia sekarang memiliki Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT). Nah anak anak muda Aceh bisa bergabung disini untuk membantu mereka menuju Financial Freedom”.

“Saya berharap ke depan, generasi Aceh harus mengambil peran ini karena tantangan hari ini dan ke depan bagi generasi muda adalah mengambil peranan dalam pembangunan melalui Enterpreneuer Oriented,” harap Anita.||