Hari ini, Tokoh PBNU Hadiri Undangan Israel Ketua FPI Aceh Ambil Sikap

0
125

POLITIKACEH.CO | Banda Aceh (13/06) –
Undangan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) do beberapa universitas di Israel menjadi buah bibir. Yahya disebut melanggar politik luar negeri Indonesia, yang mendukung kemerdekaan Palestina.

Menyikapi Kehadiran Yahya Chalil Staquf atas Undangan Israel tersebut ketua FPI Aceh tgk Muslim At Thahirykami melalui siaran pers menuturkan rasa kecewanya dan mengutuk keras atas partisipasinya, menurutnya, Israel adalah dalang pelanggar HAM dan Israel adalah penjahat perang dan penjajah yang harus dihapuskan.

” Ini hal yang sangat memalukan bangsa Indonesia dan juga memalukan Islam, serta sangat menyakitkan saudara kita di pelastina”. Tuturnya,

Ia menambahkan, FPI Aceh mendesak PBNU untuk mengambil tindakan tegas kepada Yahya Chalil staquf dengan mengeluarkannya dari struktur kepengurusan PBNU. ” karena PBNU didirikan oleh Para Ulama yang memusuhi penjajah bukan antek penjajah, maka tak patut NU diisi oleh penjilat pada Penjajah apalagi Penjahat Perang”. Tegasnya,

Foto undangan Yahya yang viral di media sosial di posting oleh seorang jurnalis Israel @simonarann di Twitter. Terlihat Yahya diundang oleh The Israel Council on Foreign Relations dalam kapasitas sebagai perwakilan ulama dari Nahdlatul Ulama (NU).

Meskipun tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel, ulama dari NU Yahya Cholil Staquf akan memberi kuliah di Institut Medellin. Selamat datang di Israel,” tulis @simonarann, Sabtu (9/6/2018).

Yahya, yang merupakan Katib Aam NU, akan menjadi pembicara di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem, hari ini 13 Juni 2018. Materi yang akan dibawakan adalah Shitfing the Geopolitical Calculus, From Conflict to Cooperation.

Seperti yang diberitakan Detikcom Sabtu (9/6/2018) PBNU mengkonfirmasi terkait undangan Yahya ke Israel tersebut. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini membenarkan adanya undangan untuk Yahya menjadi pembicara dari The Israel Council on Foreign Relations.

Ia, Helmy menjelaskan kehadiran Gus Yahya dalam acara tersebut untuk menyampaikan posisi Palestina sebagai negara yang merdeka. Selain itu, Gus Yahya akan mengatakan kepada Israel tentang persoalan konflik dengan Palestina.

“Di sana memang beliau berjuang menegaskan posisi Palestina sebagai negara berdaulat. Jadi justru ingin mengatakan kepada Israel bahwa Palestina harus dilihat bukan semata-mata masalah agama, tapi masalah kemanusiaan. Masalah hak berdaulat atas suatu negara. Itu diplomasi yang disampaikan oleh Gus Yahya,” ujar Helmy.

Helmy mengatakan Yahya diundang dalam kapasitasnya sebagai pribadi, bukan mewakili anggota Wantimpres. Selain itu, kehadiran Yahya di Israel untuk mendukung Palestina.[RED_Pon]

iklan bottom