POLITIKACEH.CO | Bandung (05/07) – Permasalahan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terhadap gubernur Aceh Irwandi yusuf dan bupati Bener Meriah serta 8 orang lainya dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah sebagai bentuk komitmen fee dana otsus Aceh 2018, pada selasa malam (03/07/2018). Irwandi yusuf yang di jemput dari kediamanya pendopo gubernur kemudian dibawa ke mapolda Aceh dan untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta, rabu 04/07/2018).

Melalui siaran pers Ketua IKAPA ( Ikatan Pemuda Aceh ) Bandung, Nahar Fazlan menerangkan. Sebagai salah satu wadah dan organisasi pemuda Aceh menyatakan pendapat sebagai berikut:

1. turut prihatin dan menyayangkan penangkapan gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan bupati bener meriah Ahmadi yang belum lama dilantik karena bertentangan dengan semangat dan komitmen beliau dalam hal pemberantasan korupsi.

2. IKAPA mengajak masyarakat, khususnya yang berada di Aceh untuk menghindari tindakan bersifat perundungan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan tetap.

3. Mendukung penuh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan aparat hukum terkait kasus ini, serta mendorong KPK untuk membongkar praktik-praktik korupsi yang terjadi di Aceh.

4. Mendukung penyelengaraan pemerintah Aceh yang bersih, transparan, dan akuntable, sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.

5. Mengajak seluruh masyarakat Aceh terutama pemuda dan mahasiswa untuk ikut mengawal jalanya roda pemerintahan di Aceh, demi terciptanya sebuah pemerintahan yang adil, bersih, bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta memihak kepada rakyat.

Demikian pernyataan sikap dan pendapat IKAPA terhadap kasus OTT KPK RI terhadap gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan bupati Bener Meriah.[RED_Pon]