POLITIKACEH.CO | Banda Aceh (15/08) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kampak Aceh Tenggara melalui Ketua Umumnya Rudi Tarigan mengukapkan rasa kecewanya atas kinerja komisi A DPRK Aceh Tenggara.

Dirinya mengatakan, dari senin sampai hari ini tidak berhasil menemui anggota komisi A, dikonfirmasi lewat telepon ketua komisi A menyatakan siap datang. “Setelah ditunggu sampai sore tak menampakan batang hidung,” ungkap Rudi.

Rudi mempertanyakan ada apa sebenarnya dalam tubuh komisi A DPRK Agara ini, mulai dari penyuratan secara formal hingga komunikasi secara langsung untuk melakukan audiensi pada tanggal 26 Juli 2018 tak kunjung mendapat respon positif oleh lembaga legislatif yang dipercaya oleh rakyat Aceh Tenggara itu. Dirinya mengakui kembali menyurati ulang pada senin tanggal 13 Agustus 2018 lalu untuk menjelaskan proses seleksi KIP juga tak ada tanggapan sebagai diungkapkan oleh Rudi.

“Ini menandakan ketidaksiapan Komisi A untuk mengurai proses seleksi KIP yang amburadul,” tegas Rudi.

Perpecahan di komisi A juga santer terdengar dengan syarat kepentingan, apa syarat tak adil bagian dari suap menyuap yang sudah santerterdengar. LSM Kampak Agara dari awal sudah mengira dan menyakini bahwa proses seleksi KIP Agara sudah ada nama, diibaratkan sudah ada sebelum “anak lahir”, demikian bahasa kiasan yang diungkapkan Bung Rudi.

Kepada awak media politikaceh.co Rudi menyatakan akan membawa kasus aneh tapi nyata ini keranah hukum, ini sudah jelas ketidakwajaran terjadi.

“Kami akan siapkan semua laporan dan temuan serta bukti-bukti yang ada ke KPK serta KPU pusat untuk menindak lanjuti kejanggalan proses seleksi KIP Agara ini,” ungkap Rudi.

“Semoga KPK segera menindak perusak moral anak bangsa ini, serta KPU Pusat membatalkan semua hasil seleksi ini,” pinta Rudi.[PONCUT]