POLITIKACEH.CO | Aceh Selatan (20/09) – Pemenang paket tender Pembangunan
Revetmen PPI Labuhan Tarok Meukek Kabupaten Aceh Selatan APBD 2018 menuai kejanggalan, kelengkapan dokumen yang disyaratkan oleh layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Provinsi Aceh diduga kuat palsu.

Informasi yang dihimpun wartawan politikaceh.co, terdapat beberapa pihak yang dirugikan atas kasus pemalsuan dokumen tersebut, Cv. Tuah Aneuk yang bergerak dibidang Quarry sebagai vendor atau rekanan untuk dukungan material serta alat berat.

Teuku Ramli selaku direktur CV. Tuah Aneuk kepada media mengungkapkan, dirinya merasa jengah atas praktek pemalsuan dokumen tender menggunakan kop perusahaan nya. Laporan awal yang ia terima dari rekanan menerangkan ia merupakan vendor material dan alat kerja untuk paket pekerjaan yang dimenangkan oleh pihak yang belum dikenalnya tersebut.

” Perusahaan Tuah Aneuk tidak pernah menerima surat permohonan dukungan maupun mengeluarkan surat dukungan untuk Perusahaan yang memenangkan paket tender Meukek itu”, ujarnya saat dikonfirmasi wartawan via seluler.

Ia menambahkan, dirinya telah menempuh jalur hukum atas pemalsuan surat menggunakan perusahaan yang ia pimpin, ” ini permainan kotor, saya tidak terima mengingat perusahaan saya mempunyai legalitas galian c legal dan profile company yang lengkap”.

Dirinya menuturkan, hal ini jika dibiarkan akan berdampak pada praktek yang jahat, jika sesuatu kesalahan terjadi dengan pekerjaan tersebut dirinya yang tidak sama sekali terlibat dan tau tentang hal itu akan turut diseret ke meja hijau.

” Saya tidak kenal perusahaan itu, kalau sesuatu terjadi kesalahan kerja pada pelaksanaan nya otomatis saya juga akan di panggil oleh pihak berwajib, maka dari itu ini tidak bisa dibiarkan “. Tutupnya.

Masih ia, dirinya juga meminta pihak berwenang untuk menertibkan galian C ilegal yang menjamur di wilayah pesisir barat selatan Aceh,

” Sudah dicurangi oleh izin galian ilegal dari berbagai orang, saya dicurangi lagi dengan administrasi perusahaan “. Ungkapnya.

Amatan media, PT. Bina Rezeki Abadi terbit sebagai pemenang utama dalam paket pelelangan tersebut, sejauh ini pihak Teuku Manyak selaku direktur perusahaan belum dapat dikonfirmasi perihal permasalahan tersebut.

Paket dengan kode lelang 17066106 memiliki nilai pekerjaan Rp. 5.820.000.000 (Lima Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), merupakan paket dengan sumber dana APBD Provinsi Aceh tahun anggaran 2018 pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. [PONCUT]