Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan : Solusi Juang Selamatkan Demokrasi

0
53

POLITIKACEH.CO | Banda Aceh – Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan yang merupakan gabungan BEM se Banda Aceh dan Aceh Besar menyayangkan kejadian yang menimpa rekan-rekan mahasiswa yang menjadi korban arogansi oknum aparat kepolisian, diantaranya adalah yang menimpa rekan-rekan mahasiswa di Medan dan Bengkulu saat sedang mengadakan aksi/unjuk rasa beberapa pekan ini.

Hal tersebut diluapkan pada penggalangan massa aksi pada hari jum’at (28/09) di Kantor kepolisian daerah Aceh, Lingke Banda Aceh.

Alfian Rinaldi selaku koordinator aksi dalam edaran persnya menerangkan, cerminan buruk bagi intansi kepolisian pasca unjuk rasa serentak mahasiswa tersebut tergambar pada pasal 13 Undang-Undang RI nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara RI.

Pada pasal 45 nomor 8 tahun 2009 tentang Polri tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi hanya diterapkan bila sangat diperlukan dan cara-cara tanpa kekerasan harus diusahakan terlebih dahulu. Pasal 45 tersebut juga mengatur tentang penggunaan kekuatan senjata atau alat penerapan tindakan keras harus berimbang dengan ancaman yang dihadapi.

Hal itu telah bertolak belakang dengan apa yang terlihat bahwa polisi memukul massa dengan pentungan. Dalam hal pelaku yang arogan dilakukan tindakan tegas dan diupayakan menangkap pelaku dan berupaya menghentikan tindakan kriminal tersebut.

Massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan juga menyatakan sikap bahwa:

1. Meminta Instansi kepolisian RI untuk berkomitmen tidak lagi menerapkan kekerasan terhadap massa yang melakukan unjuk rasa.

2. Meminta kapolri mendesak pihak kepolisian yang berwenang untuk segera meminta maaf serta mengklarifikasi tindakan arogansi pihaknya yang dilakukan kepada mahasiswa ketika sedang melakukan demonstrasi.

3. Meminta kapolri agar mendesak kepolisian daerah yang berwenang untuk segera menyelidiki kasus tindakan kriminal oknum kepolisian terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi pada beberapa waktu lalu.

4. Mendesak kapolda untuk memaksimalkan fungsinya sebagai instansi yang melayani, mengayomi serta mengamankan dan apabila tidak terpenuhi dikemudian hari maka:

a). Polda akan mengecam apabila terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian pada mahasiswa.

b). Memberi sangsi tegas kepada oknum kepolisian yang terbukti melakukan tindakan represip.

C). Apabila terjadi kasus anarkisme terhadap massa demontrasi maka kepolisian akan bersifat transparansi dalan penyelesaian kasus tersebut.

d). Meminta kapolda mundur dari jabatannya apabila terjadi tindakan anarkisme terhadap massa demonstrasi terutama mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. [Red]

iklan bottom